5 Konten yang Dilarang untuk Dipasangi Kode Iklan Google AdSense Part 2

Kita sudah membahas 5 Konten yang Dilarang untuk Dipasangi Kode Iklan Google AdSense. Ternyata masih ada 5 konten lainnya yang sama-sama tidak boleh dipasangi kode iklan Google AdSense.

Namun, hal tersebut masih saja ada yang melanggar karena seringkali terbatasnya informasi yang dimiliki publisher terkait aturan dan kebijakan milik Google sehingga membuat publisher melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan kebijakan Google AdSense.

Akibatnya, website Publisher terdeteksi melanggar aturan atau “Policy Violations”. Jika sering terjadi Policy Violations, tentu saja bisa mempengaruhi performa website dan pendapatan iklan yang diterima oleh Publisher.

Tentu Anda tidak ingin terus menerus melanggar bukan? Oleh karena itu mari simak 5 konten yang dilarang untuk dipasangi kode iklan Google AdSense. Apa saja itu? Yuk kita simak bersama!

1. Konten Menyesatkan

Konten yang menyesatkan termasuk salah satu konten yang tidak boleh dipasangi kode iklan Google AdSense. Apa yang dimaksud dengan menyesatkan? Menyesatkan versi Google adalah konten tersebut memuat informasi yang tidak jelas kebenarannya, memberikan pernyataan yang tidak benar, dan sifatnya menipu. Google tidak ingin para penggunanya memanfaatkan informasi yang menyesatkan sebagai tempat untuk memperoleh pendapatan iklan. Contoh konten yang menyesatkan yakni berita hoax, disinformasi, klaim palsu, dan penyalahgunaan logo perusahaan. 

2. Konten Bermuatan Software Berbahaya

Kedua, konten yang di dalamnya terdapat malware atau software berbahaya juga dilarang untuk dipasangi kode iklan Google AdSense karena dianggap bisa merusak jaringan komputer dan perangkat penggunanya. Google ingin agar keamanan penggunanya terjamin dan terhindar dari praktik berbahaya tersebut. Contohnya yakni virus komputer, worm, trojan, spyware, dan lain sebagainya. 

3. Konten Seksual dan Vulgar

Google tidak akan mengizinkan Anda untuk memonetisasi konten-konten yang berisi tentang seks dan porno karena dianggap vulgar. Hal ini mencakup tulisan, gambar, audio, video, kartun porno, dan prostitusi. Google melarang hal ini karena dianggap tidak pantas jika ada yang masih memanfaatkan konten seksual sebagai ladang uang untuk tayang di situs website yang bisa diakses oleh siapa saja.

4. Konten Keluarga bertema Dewasa

Terkadang, publisher memuat informasi yang berbau dewasa, padahal kontennya ditujukan untuk keluarga dan anak-anak. Sayangnya, kadang masih ada yang memonetisasi konten ini. Hal ini juga dilarang oleh Google. Google tidak mengizinkan adanya monetisasi pada materi dewasa berbalut konten keluarga. Seolah-olah konten tersebut ditujukan untuk keluarga, padahal jika ditelaah lebih lanjut lagi ternyata berbau dewasa seperti seks dan kekerasan yang tidak sesuai dengan audiens yang dituju.

5. Konten Pelecehan Seksual dan Pedofilia

Konten pelecehan seksual dan pedofilia juga terlarang untuk dipasangi kode iklan Google AdSense karena melanggar kebijakan Google AdSense. Google ingin agar penggunanya terlindungi dengan aman saat berada di internet. Apalagi Google juga banyak diakses oleh anak-anak di bawah umur. Oleh karena itu hal-hal yang mengandung perilaku ketertarikan seksual terhadap anak-anak di bawah umur akan dilarang dimonetisasi oleh Google.

 

Itulah sejumlah poin penting mengenai jenis-jenis konten yang dilarang untuk dipasangi kode iklan Google AdSense karena bisa terkena policy violations. Agar publisher tidak terkena isu pelanggaran aturan dan kebijakan Google AdSense, maka alangkah baiknya jika dalam pemasangan kode iklan Google AdSense di konten pada website selalu mengikuti aturan dari Google, termasuk tidak memonetisasi konten yang dilarang Google.

Masih bingung dengan pemasangan iklan yang bisa meningkatkan performa website Anda? Tim kami siap membantu kesulitan Anda. Silakan berdiskusi dengan tim kami di sini.

The content has been copied..