News Indonesia

ChatGPT Search Volume vs Google Search Traffic 2026: Dampaknya untuk SEO, AI, dan Strategi Publisher

Poin Utama Artikel ini..

  • ChatGPT kini menangani sekitar 12% dari total Google search volume, menurut data Ahrefs.
  • Google tetap menjadi sumber traffic terbesar ke website, mengirimkan sekitar 190 kali lebih banyak klik dibanding yang berasal dari ChatGPT.
  • SEO tradisional masih penting, tapi kini berkembang menjadi EEAT → AEO → GEO untuk menghadapi era AI.

Topik tentang ChatGPT search volume vs Google search traffic in 2026 kini menjadi pembahasan penting di dunia digital. 

Beberapa tahun lalu, semua orang hampir selalu memulai pencarian informasi dari Google. Mau cari resep masakan, cara memperbaiki motor, tips SEO, atau rekomendasi film semua berawal dari Google.

Namun sekarang, perilaku itu mulai berubah. Banyak orang mulai mencari jawaban langsung melalui AI seperti ChatGPT, tanpa membuka banyak link website.

Menurut analisis dari Ahrefs sebuah perusahaan riset SEO terkenal yang menganalisis data mesin pencari, ChatGPT kini menangani search-like queries sekitar 12% dari total volume pencarian Google. Artinya, AI sudah menjadi tempat orang mencari jawaban dan itu kontribusi yang cukup besar dalam skala global.

Apa Perbandingan ChatGPT Search Volume vs Google Search Traffic 2026?

Source: ahrefs.com/blog/

Jika melihat tren ChatGPT search volume vs Google search traffic in 2026, jelas bahwa SEO tidak mati. Justru SEO berkembang menjadi kombinasi EEAT, AEO, dan GEO agar website tetap bisa di crawl, dipercaya, dan muncul dalam jawaban AI.

Berdasarkan analisis dari Ahrefs, ChatGPT memproses miliaran prompt setiap hari. Ketika prompt yang sifatnya mirip pencarian Google (informasi, perbandingan, pertanyaan umum) dihitung, volumenya setara dengan sekitar 12% dari total pencarian Google.

Analogi:

Bayangkan di setiap 100 orang yang mencari informasi online…
Sekitar 12 orang sekarang bertanya langsung ke ChatGPT daripada mengetik di Google.

Ini menunjukkan dua hal besar:

  1. Orang makin nyaman memakai AI untuk mendapatkan jawaban langsung.
  2. Kebiasaan pencarian informasi kini tidak hanya lewat mesin pencari tradisional.

Mengapa Google Masih Mengirimkan 190 Kali Lebih Banyak Traffic ke Website?

Source: ahrefs.com/blog/

Meskipun volume pencarian AI di ChatGPT meningkat, Google masih mengirimkan sekitar 190 kali lebih banyak traffic ke website dibanding ChatGPT.

Kenapa? Karena cara kerja kedua platform ini berbeda.

Cara Google Mengirim Traffic:

  • Google tampilkan daftar link.
  • Pengguna klik.
  • Website menerima kunjungan.

Cara ChatGPT Memberi Jawaban:

  • ChatGPT jawab langsung di dalam AI.
  • Pengguna sering tidak perlu klik ke website.
  • Website tidak mendapatkan traffic dari jawaban itu.

Perbedaannya sederhana:

  • Google memberi rekomendasi yang mengarah ke website → traffic.
  • ChatGPT memberi jawaban langsung → sedikit klik website.

Itulah kenapa meskipun ChatGPT punya volume pencarian besar, sedangkan traffic ke website masih mayoritas dari Google.

Apakah ChatGPT Akan Menggantikan Google di Masa Depan?

Tidak sepenuhnya. ChatGPT tidak menghapus Google dari peta pencarian.

Google masih unggul dalam:

  • Pencarian produk
  • Pencarian lokal
  • Transaksi dan e-commerce
  • Informasi yang perlu verifikasi sumber dan tautan

Sedangkan ChatGPT lebih sering dipakai untuk:

  • Penjelasan ringkas
  • Ringkasan
  • Ide konten
  • Saran cepat
  • Perbandingan

Intinya:

  • Google masih kuat sebagai sumber klik (traffic).
  • ChatGPT makin kuat sebagai sumber jawaban (visibility).

Mereka bukan musuh, melainkan saling melengkapi cara orang mencari informasi di era digital.

Bagaimana Strategi SEO di Era AI Generatif dan Answer Engine?

Jika melihat tren ChatGPT search volume vs Google search traffic in 2026, jelas bahwa SEO tidak mati. Justru SEO berkembang menjadi kombinasi EEAT, AEO, dan GEO agar website tetap bisa dicrawl, dipercaya, dan muncul dalam jawaban AI.

Banyak orang mengira bahwa karena sekarang ada AI seperti ChatGPT, maka SEO tradisional sudah tidak penting lagi.

Hal ini tentunya salah. Justru sebaliknya.

Untuk bisa “ditarik”, dibaca, dan direferensikan oleh AI, sebuah website tetap membutuhkan fondasi SEO yang kuat dan terutama prinsip EEAT (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).

Karena AI tidak menciptakan informasi dari ruang kosong. AI mengambil, mempelajari, dan menyusun ulang informasi dari sumber yang sudah dianggap kredibel dan relevan di internet.

Dan sumber yang biasanya diambil itu seperti:

  • Website yang terstruktur dengan baik
  • Memiliki otoritas topik
  • Konsisten membahas niche tertentu
  • Memiliki sinyal kepercayaan (trust signals)
  • Mendapatkan pengakuan atau backlink alami

Semua itu adalah hasil dari SEO yang benar.

Dulu, kalau kamu optimasi SEO hanya untuk Google Ranking, itu sudah cukup. Sekarang tidak lagi.

SEO modern sudah berevolusi menjadi dua istilah penting:

1. AEO (Answer Engine Optimization)

Ini adalah langkah berikutnya setelah EEAT. Jika EEAT menilai kualitas, AEO menilai apakah konten layak dijadikan jawaban langsung oleh AI.

AI menyukai jawaban yang:

  • Singkat dan jelas
  • Ada penjelasan yang mudah dipahami
  • Ada poin penting di awal
  • Tidak bertele-tele

Ini penting supaya AI memasukkan kontenmu sebagai referensi dalam jawabannya.

2. GEO (Generative Engine Optimization)

Tahap lanjut dari AEO, konten tidak hanya harus layak dijadikan jawaban, tetapi diprediksi muncul secara otomatis di hasil AI generatif.

Contohnya:

AI menyatakan: “Berdasarkan sumber terpercaya, X adalah jawabannya.” Ini artinya kontenmu relevan untuk muncul di jawaban AI meskipun user tidak mengklik lagi.

​​Apa Perbedaan SEO, AEO, dan GEO dalam Strategi Digital Modern?

Sekarang muncul istilah:

  • SEO (Search Engine Optimization)
  • AEO (Answer Engine Optimization)
  • GEO (Generative Engine Optimization)

Namun penting dipahami bahwa:

AEO dan GEO bukan pengganti SEO. Mereka adalah pengembangan dari SEO.

Struktur strateginya seperti ini:

  1. SEO → agar website mudah ditemukan dan dicrawl.
  2. EEAT → agar konten dipercaya.
  3. AEO → agar konten mudah dijadikan jawaban langsung AI.
  4. GEO → agar brand sering muncul dalam hasil generatif AI.

Tanpa SEO, AI sulit menemukan website Anda. Tanpa EEAT, AI sulit mempercayainya. Tanpa struktur jawaban yang jelas, AI sulit mengutip nya.

Bagaimana Cara Agar Website Bisa Muncul di Hasil ChatGPT atau AI?

Meskipun tidak ada jaminan langsung, beberapa faktor yang meningkatkan peluang adalah:

  • Konten menjawab pertanyaan secara langsung
  • Menggunakan heading berbasis pertanyaan
  • Menjelaskan topik dengan sederhana
  • Konsisten dalam niche tertentu
  • Memiliki otoritas topik

Intinya, AI menyukai konten yang:

Jelas. Terstruktur. Mudah dipahami manusia.

Bukan konten yang hanya mengejar kata kunci.

Apa Dampaknya untuk Publisher dan Media Online?

Bagi publisher, ini bukan sinyal bahaya tapi sinyal adaptasi.

Google tetap penting untuk traffic. AI menjadi penting untuk visibility dan brand authority.

Artinya strategi sekarang harus mencakup:

  • Optimasi traffic jangka pendek
  • Pembangunan otoritas jangka panjang
  • Konsistensi niche
  • Struktur konten yang mudah dipahami sistem AI

Publisher yang mampu menggabungkan SEO klasik dengan pendekatan AEO dan GEO akan lebih siap menghadapi perubahan.

Jika membutuhkan pendekatan yang lebih terarah dan tidak ingin trial & error sendiri, kolaborasi strategis seperti yang dikembangkan Props dapat membantu menyusun roadmap yang lebih stabil dan terukur.

Karena di era AI, kecepatan adaptasi adalah keunggulan. 

Kalau dulu fokus kamu hanya soal ranking di Google, sekarang kamu perlu memikirkan:

Visibility di AI juga penting, karena banyak orang sekarang mulai mencari jawaban langsung dari AI tanpa klik ke website.

Artinya traffic website mungkin berubah tetapi opportunity branding dan awareness justru makin lebar.

Yang dulu hanya fokus ke “klik”, sekarang juga perlu fokus ke “dimasukkan di jawaban AI”.

Contoh Analogi Supaya Mudah Dipahami

  • Google: Papan Nama Besar di Persimpangan Jalan
    → Banyak orang melihatnya dan pergi ke toko / tempatmu = traffic.
  • ChatGPT: Presenter Acara TV
    → Memberi rekomendasi langsung — orang ingat usahamu karena disebut di TV — tapi tidak langsung datang ke toko.

Keduanya punya kekuatan berbeda:

  • Google untuk traffic langsung
  • ChatGPT untuk brand recall / awareness

Kesimpulan

Berdasarkan data dari Ahrefs, ChatGPT kini memiliki volume pencarian setara sekitar 12% dari Google. Namun, Google masih mengirimkan traffic jauh lebih besar ke website. Artinya, SEO dan EEAT tetap menjadi pondasi utama agar website bisa di crawl, dipercaya, dan bahkan ditarik oleh AI dalam hasil generatif.

Bagi publisher, ini bukan tentang memilih Google atau AI, melainkan mengoptimalkan keduanya melalui strategi SEO, AEO, dan GEO yang tepat. Jika Anda ingin memastikan traffic tetap stabil sekaligus memaksimalkan monetisasi di era AI, tim ProPS siap membantu mengelola dan mengoptimalkan potensi website Anda secara berkelanjutan.

Memahami ChatGPT search volume vs Google search traffic in 2026 membantu publisher menyeimbangkan strategi antara traffic jangka pendek dan visibilitas AI jangka panjang.

FAQ

  1. Apakah ChatGPT akan menggantikan Google?
    Tidak. AI seperti ChatGPT bukan menggantikan Google ia mempengaruhi cara orang mencari informasi.
  2. Kenapa traffic website masih lebih banyak dari Google?
    Karena Google memberi daftar link yang bisa diklik, sedangkan AI memberi jawaban langsung.
  3. Kalau ChatGPT tidak banyak kirim traffic, apakah tetap penting?
    Ya. Karena visibilitas di AI bisa membangun brand awareness dan otoritas, meskipun tidak selalu menghasilkan klik langsung
  4. AEO dan GEO itu apa bedanya?
    AEO fokus pada optimasi supaya konten layak dijadikan jawaban AI. Sedangkan GEO fokus supaya konten muncul di hasil generatif AI secara otomatis.
  5. Apa itu EEAT?
    EEAT adalah standar kualitas konten yang menghitung pengalaman, keahlian, otoritas, dan kepercayaan.

Subscribe Us