PERSIAPAN PUBLISHER DALAM MENYAMBUT BULAN RAMADAN

Ramadan 2020 akan segera tiba. Hal ini juga yang ditunggu oleh para publisher maupun advertiser karena dengan masuknya bulan Ramadan, maka artinya akan ada tren peningkatan jumlah konsumsi dari publik/masyarakat.

Saat Ramadan, Pihak Advertisers bersedia membayar lebih banyak untuk inventory karena biasanya memang mereka telah menyiapkan budget khusus untuk spending dan adanya peningkatan traffic kunjungan di website selama Ramadan. Kedua faktor ini mendorong terjadinya lonjakan pendapatan publisher selama Ramadan.

Berikut inilah tips bagi para Publisher dalam menyambut Festive Season di Bulan Ramadan.

1.Ikuti perkembangan tren yang biasa terjadi di bulan Ramadan ini:

Publisher bisa menggunakan Google Trends guna membantu menemukan apa yang menjadi topik pencarian internet terkini bagi audiens Anda. Anda bisa cek juga Google Trend saat Ramadan tahun sebelumnya sebagai referensi. Saat Ramadan 2019 silam, tren yang ada dalam pencarian Google yakni:

-Pakaian (Busana Muslim, Hijab, Baju Lebaran)

-Kosmetik (Liptint halal, kosmetik halal, kuteks halal)

-Kecantikan dan Penampilan (Gaya Rambut, Tutorial Hijab, Model Rambut, Tutorial Make Up)

-Religi/Keagamaan (Lagu Religi, Ceramah Agama Islam, Ngaji, Ayat Suci Alquran, Zakat)

-Kuliner/F&B (Tutorial Memasak, Tutorial Cara Membuat Kue, Vlog Makanan, Menu Buka Puasa, Menu Sahur, Jajanan Ngabuburit, Tempat Bukber)

– Traveling (Destinasi wisata, tempat wisata Bandung/Jogja/Malang/Bali, Tiket pesawat murah, hotel Jogja/Bandung/Bali, mobil murah)

2. Coba menjajal penggunaan AMP untuk konten website Anda

Dengan membuat situs AMP-first, Anda sebagai publisher akan mendapat sejumlah keuntungan tersendiri seperti kinerja yang lebih tinggi – waktu pemuatan halaman yang lebih cepat, dan user experience yang lebih baik di perangkat seluler dan lebih banyak traffic secara keseluruhan. 

3. Optimalkan konten versi mobile-size

Tak ada salahnya bagi para publisher untuk mengoptimalkan konten mereka di versi mobile size karena saat ini audiens merasa hal tersebut lebih praktis dan akan mempengaruhi user experience. Buat konten Anda singkat (dan menarik) dan tidak dipenuhi oleh iklan. 

4. Gunakan Keyword yang Berkaitan dengan Ramadan ke dalam Konten Anda

Sebagai publisher, Anda bisa menggunakan keyword yang berkaitan dengan Ramadan dalam konten Anda. 

Contoh keyword yang bisa disasar selama Ramadan yakni:

-Kuliner Ramadan “Tempat buka puasa di Jakarta”, “Tempat bukber di Bandung”, “Restoran Halal”, “Menu Buka Puasa”, “Resep Menu Sahur”

– Fashion, lifestyle, dan kecantikan “Gaya hijab saat ramadan”, “Ide Baju Lebaran 2020”, “Model Rambut 2020” “Kosmetik Halal”

– Kebutuhan rumah tangga saat Ramadan dan Lebaran seperti “oven listrik”, “meja tamu”, “vacuum cleaner”

– Kegiatan ibadah selama Ramadan “jadwal sholat”, “ceramah”, “doa”, “zakat”, “masjid terdekat”, “lagu religi”

– Traveling terutama mudik “Mudik”. “Tiket pesawat murah”, “tiket kereta api jakarta jogja”, “tempat wisata di Bandung”, “mobil murah”

Namun, seperti yang kita ketahui bersama dengan adanya pandemi virus Corona dan kebijakan PSBB di sejumlah wilayah di Indonesia membuat tren mudik, liburan, dan buka puasa bersama harus ditunda dulu. Walau demikian, Anda bisa menggunakan sejumlah keyword yang berkaitan dengan aktivitas selama di rumah dan antisipasi virus Corona seperti:

-“Menu Buka Puasa di Rumah”, “Restoran Delivery 24 jam”, “Resep Menu Makanan Sehat”

-“Museum Virtual”, “Tempat wisata virtual”, “Walking Tour Virtual”, “Reschedule Tiket”, “Cara Refund Tiket”

– “Aplikasi video call online”, “Ceramah”, “Doa”

-“Disinfektan”, “Hand Sanitizer”, “Masker”

-“Sumbangan Corona”, “Dokter Online”

5. Siapkan dan gunakan server yang mumpuni 

Mumpuni yang dimaksud di sini tentu saja yang cepat dan tidak memberatkan laman konten website Anda.  Apabila website yang dituju ternyata lambat, maka ada kecenderungan audiens tidak tertarik dan akan segera meninggalkan website kita. Jika hal itu terus terjadi, maka bounce rate akan cukup tinggi dan tidak baik untuk kesehatan website publisher.

6. Terus dan rutin produksi konten hingga Ramadan dan Lebaran usai

Terus publikasikan konten jelang Ramadan, sepanjang Ramadan, bahkan hingga Lebaran usai. Kebanyakan audiens akan mencari hal-hal yang berkaitan dengan Ramadan dan Lebaran sampai kedua momen tersebut berakhir agar kunjungan website Anda tetap ramai

7. Update dan Bagikan konten di Media Sosial

Jika Anda publisher dan website Anda memiliki akun media sosial, tak ada salahnya juga untuk turut mengupdate dan membagikan konten website Anda di akun media sosial. Saat ini, lebih banyak orang yang menghabiskan waktu mereka di media sosial sehingga ada kemungkinan traffic kunjungan website Anda juga bisa lebih tinggi. Sertakan link agar audiens juga bisa mengakses info konten tersebut di website Anda. 

Itulah yang bisa dilakukan oleh publisher dalam mempersiapkan diri menjelang Ramadan. Tim ProPS bisa membantu Anda untuk menggali potensi terkait pendapatan Anda di musim-musim ramai seperti Ramadan dan Lebaran. Gabung bersama kami mulai hari ini di sini.

The content has been copied..